Tampilkan postingan dengan label Pengembangan Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia SD Kelas Awal. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pengembangan Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia SD Kelas Awal. Tampilkan semua postingan
Kamis, 09 Juni 2016 0 komentar

Pembelajaran Sastra Anak



Pembelajaran Sastra Anak
1.      Pembuka
1.1  Latar Belakang
Di era globalisasi ini, tentunya kita tahu bahwa teknologi berkembang dengan pesat seiring dengan berkembangnya jaman. Berbagai peralatan yang canggih pun, sekarang sudah tidak sulit untuk didapatkan. Berbagai media hiburan modern seperti televisi, radio, komputer, dan lain sebagainya kini dirasa lebih menarik perhatian daripada hiburan tradisional. Buktinya, di jaman sekarang, anak-anak lebih banyak yang senang memainkan game online dengan laptop dan kebanyakan anak jaman sekarang sudah tidak mengenal permainan tradisional yang sering dimainkan oleh anak-anak pada jaman dahulu. Apalagi, pada jaman sekarang kebanyakan anak sudah memiliki gadget sehingga anak cenderung malas untuk belajar dan lebih memilih bermain game. Tentu saja hal ini akan berakibat pada perkembangan potensi anak yang kurang maksimal sehingga prestasi belajar anak pun kurang memuaskan.Memang dengan adanya perkembangan teknologi saat ini tentunya dapat meningkatkan pengetahuan kita. Namun, kita harus ingat dan selektif dalam mengambil manfaat yang positif  dari perkembangan teknologi ini sehingga kita tidak terjerumus ke dalam hal yang bersifat negatif. Kita tidak boleh bergantung pada perkembangan teknologi, karena sebenarnya masih banyak terobosan lain yang dapat kita tempuh.
Kita tahu bahwa sekarang ini pembelajaran sastra khususnya sastra anak kurang diminati oleh anak-anak, padahal kita semua tahu bahwa dalam sastra anak banyak terkandung nilai-nilai moral yang bernilai luhur. Namun pada kenyataannya, anak-anak sekarang lebih memilih menyukai cerita-cerita yang berbau aksi, seperti Naruto ataupun Dargon Ball yang mengandung unsur-unsur yang kurang pantas untuk ditiru oleh anak-anak (misalnya perkelahian). Dunia anak-anak yang penuh dengan kegembiraan merupakan salah satu aspek penting untuk dipertimbangkan dalam memilih pembelajaran yang cocok diberikan kepada mereka terutama dalam pembelajaran sastra anak. Karya sastra merupakan pembelajaran yang cocok untuk diberikan dikelas rendah karena telah diketahui oleh kita pada umumnya. Dengan membaca karya sastra, hati kita bisa merasakan sesuatu yang menyenangkan dan menggembirakan. Selain itu karya sastra pun memberikan nilai-nilai dan pengetahuan yang belum pernah diketahui oleh anak-anak. Melalui karya sastra, mereka dapat mencurahkan pengalaman hidup mereka dan pada akhirnya mereka dapat menemukan nilai-nilai yang terkandung dari pengalaman yang telah mereka tuangkan ke dalam karya satra.

0 komentar

Pembelajaran Menulis Permulaan



 PEMBELAJARAN MENULIS PERMULAAN



1.    PEMBUKA
1.1.    Latar Belakang
Menulis permulaan merupakan dasar pengajaran yang pertama kali diajarkan guru kepada anak kelas satu. Keterampilan pembelajaran  menulis permulaan disajikan bersama dengan membaca permulaan sehingga sering di sebut dengan MMP (Membaca dan Menulis Permulaan).
Pada umumnya tujuan dari penulisan permulaan ini adalah mengajarkan anak menulis supaya anak bisa menulis dengan benar. Namun dalam menulis permulaan ini bisanya dilaksanakan setelah atau bersamaan dengan belajar membaca permulaan pada anak kelas satu. Karena anak yang bisa membaca akan mempermudah pembelajaran anak dalam menulis permulaan.
Menurut pendapat Saleh Abbas (2006:125), keterampilan menulis adalah kemampuan mengungkapkan gagasan, pendapat, dan perasaan kepada pihak lain dengan melalui bahasa tulis. Ketepatan pengungkapan gagasan harus didukung dengan ketepatan bahasa yang digunakan, kosakata dan gramatikal dan penggunaan ejaan.
Dalam pembelajaran di kelas satu yang paling mendasar adalah keterampilan membaca dan menulis, karena hal tersebut merupakan dasar pelajaran bagi kelas selanjutnya. Sehingga dalam pembelajaran MMP ini keterampilan guru sebagai pengajar yang pertama bagi anak kelas satu ini harus sangat  penuh dengan perhatian kepada anak.

1.2.   Rumusan Masalah
1.2.1.        Apa yang dimaksud dengan menulis permulaan ?
1.2.2.        Apa tujuan menulis permulaan ?
1.2.3.        Seperti apakah pembelajaran menulis permulaan ?
1.2.4.      Bagaimana langkah-langkah pembelajaran menulis permulaan ?
1.2.5.       Apa saja rambu-rambu dalam pembelajaran menulis ?
1.2.6.      Permasalahan apa yang dapat terjadi dalam pembelajaran menulis dan bagaimana cara menanggulanginya ?

0 komentar

Pembelajaran Membaca Permulaan



Pembelajaran Membaca Permulaan

1.      Pembuka
1.1    Latar Belakang Masalah
              Sebagaimana kita semua ketahui, tujuan akhir kita dari pengajaran Bahasa Indonesia adalah siswa terampil berbahasa. Dalam kehidupan sehari-hari, kegiatan berbahasa tercermin dalam empat aspek keterampilan berbahasa, yakni berbicara, membaca, menulis, dan menyimak. Pemerolehan keterampilan berbahasa selalu saling terkait, artinya pemerolehan keterampilan berbahasa yang satu akan mendasari keterampilan lainnya.
              Membaca merupakan salah satu jenis kemampuan berbahsa tulis yang reseptif. Semua yang diperoleh melalui bacaan itu akan memungkinnkan orang tersebut mampu mempertinggi daya pikirannya, mempertajam pandangannya dan memperluas wawsannya. Dengan demikian maka kegiatan membaca merupakan kegiatan yang sangat diperlukan oleh siapa pun yang ingin maju da meningkatkan diri. Pembelajaran di kelas I dan kelas II merupakan pembealajaran tahap awal, kemamapuan membaca siswa diperoleh di kelas I dan kelas II tersebut akan menjadi dasar pembelajaran membaca dikelas berikutnya. Oleh sebab itu, pembelajaran membaca di sekolah mempunyai peranan yang penting.

1.2    Rumusan Masalah
1.2.1      Apakah pengertian membaca permulaan?
1.2.2      Bagaimanakah tujuan membaca permulaan?
1.2.3      Apa sajakah metode yang digunakan dalam pembelajaran  membaca permulaan?
1.2.4      Faktor-faktor apa sajakah yang menyebabkan anak mengalami kesulitan membaca permulaan?
1.2.5      Apa sajakah kesulitan yang dihadapi anak dalam membaca permulaan?
1.2.6      Bimbingan apa sajakah yang dilakukan guru dalam mengatasi anak yang megalami kesulitan membaca permulaan?
0 komentar

Pendekatan Komunikatif dan Terpadu



PENDEKATAN KOMUNIKATIF DAN TERPADU

1.      PEMBUKA
1.1  Latar Belakang Masalah
          Saat ini, pembelajaran Bahasa Indonesia pada lembaga pendidikan formal mulai dari SD sampai dengan SLTA tidak lagi bertujuan mengajarkan bahasa secara teoritis, yaitu mengetahui tentang bahasa tetapi mengembalikan pembelajaran bahasa kepada fungsi bahasa yang sebenarnya yaitu untuk berkomunikasi. Pembelajaran bahasa yang bertujuan agar siswa mampu berkomunikasi menggunakan bahasa target memiliki faktor-faktor penentu komunikasi yang perlu diperhatikan. Faktor-faktor tersebut meliputi siapa berbicara dengan siapa, tujuan, tempat, waktu, konteks kebudayaan dan suasana, jalur dan media, peristiwa bebahasa (Utari, 1988: 93). Di samping itu, Kurikulum KTSP mempertegas bahwa dalam penyajian materi bahasa, aspek-apek kebahasaan harus diajarkan secara terpadu dengan keterampilan berbahasa yang dikaitkan dengan suatu tema tertentu.
          Fungsi bahasa adalah sebagai alat untuk berkomunikasi. Komunikasi yang dimaksud ialah suatu proses penyampaian maksud kepada orang lain dengan menggunakan saluran tertentu. Maksud komunikasi dapat berupa pengungkapan pikiran, gagasan, ide, pendapat, persetujuan, keinginan penyampaian informasi suatu peristiwa. Hal itu disampaikan dalam aspek kebahasaan berupa kata, kalimat, paragraf (komunikasi tulis) atau paraton (komunikasi lisan), ejaan dan tanda baca dalam bahasa tulis, serta unsur-unsur prosodi (intonasi, nada, irama, tekanan, dan tempo) dalam bahasa lisan. Dalam berkomunikasi tentu ada pihak yang berperan sebagai penyampai maksud dan penerima maksud. Agar komunikasi terjalin dengan baik, maka kedua belah pihak juga harus bisa bekerja sama dengan baik. Kerjasama yang baik itu bisa diciptakan dengan memperhatikan beberapa faktor, antara lain memperhatikan siapa yang diajak berkomunikasi, situasi, tempat, isi pembicaraan, dan media yang digunakan.
          Pendekatan komunikatif merupakan pendekatan yang dilandasi oleh pemikiran bahwa kemampuan menggunakan bahasa dalam berkomunikasi merupakan tujuan yang harus dicapai dalam pembelajaran bahasa. Bahasa tidak hanya dipandang sebagai seperangkat kaidah, tetap lebih luas lagi, yakni sebagai sarana untuk berkomunikasi. Bahasa ditempatkan sesuai dengan fungsinya, yaitu fungsi komunikatif. Selain harus mengacu pada pendekatan komunikatif, pembelajaran bahasa Indonesia di SD juga harus mengacu pada pendekatan terpadu (PT). Baik keterpaduan dalam internal Bahasa Indonesia maupun keterpaduan lintas kurikulum.
0 komentar

Pendekatan Pembelajaran



2.1 Pengertian pendekatan pembelajaran
Pendekatan menurut Edwar M.Anthoni, 1963 adalah seperangkat asumsi korelatif yang menangani hakikat bahasa, pengajaran bahasa dan pembelajaran bahasa. Pendekatan bersifat aksiomatik. Metode merupakan rencana keseluruhan penyajian bahasa secara rapi, tertib, yang tidak ada bagian-bagiannya yang berkontradiksi dan kesemuanya itu didasarkan pada pendekatan terpilih. Metode bersifat prosedural. Di dalam satu pendekatan mungkin terdapat banyak metode. Teknik merupakan suatu muslihat, tipu daya dalam menyajikan bahan. Teknik harus sejalan dengan metode dan serasi dengan pendekatan. Teknik bersifat implementasi.
Richards & Rodgers,1986 menyempurnakan pendapat Anthoni. Mereka menambahkan peran guru, siswa bahan, tujuan silabus dan tipe kegiatan dan pengajaran pada segi metode, sehingga muncul istilah desain atau rancang-bangun.istilah teknik diganti dengan istilah prosedur.
Pendekatan menurut Kosadi, dkk (1979) adalah seperangakat asumsi mengenai hakikat bahasa, pengajaran dan proses belajar-mengajar bahasa. Menurut Tarigan (1989) Pendekatan adalah seperangkat korelatif yang menangani teori bahasa dan teori pemerolehan bahasa. Sedangkan menurut Djunaidi (1989) Pendekatan merupakan serangkaian asumsi yang bersifat hakikat bahasa, pengajaran bahasa dan belajar bahasa.
Pendekatan pembelajaran dapat diartikan sebagai titik tolak atau sudut pandang kita terhadap proses pembelajaran, yang merujuk pada pandangan tentang terjadinya suatu proses yang sifatnya masih sangat umum, di dalamnya mewadahi, menginsiprasi, menguatkan, dan melatari metode pembelajaran dengan cakupan teoretis tertentu. Dilihat dari pendekatannya, pembelajaran terdapat dua jenis pendekatan, yaitu: (1) pendekatan pembelajaran yang berorientasi atau berpusat pada siswa (student centered approach) dan (2) pendekatan pembelajaran yang berorientasi atau berpusat pada guru (teacher centered approach).
0 komentar

Pendekatan, Metode Dan Teknik Pembelajaran Bahasa



PENDEKATAN, METODE DAN TEKNIK
PEMBELAJARAN BAHASA

1.   PEMBUKA
1.1    Latar Belakang
Pembelajaran merupakan upaya membelajarkan siswa. Kegiatan pengupayaan ini akan mengakibatkan siswa dapat mempelajari sesuatu dengan cara efektif dan efisien. Upaya-upaya yang dilakukan dapat berupa analisis tujuan dan karakteristik studi dan siswa, analisis sumber belajar, menetapkan strategi pengorganisasian, isi pembelajaran, menetapkan strategi penyampaian pembelajaran, menetapkan strategi pengelolaan pembelajaran, dan menetapkan prosedur pengukuran hasil pembelajaran. Oleh karena itu, setiap pengajar harus memiliki keterampilan dalam memilih strategi pembelajaran untuk setiap jenis kegiatan pembelajaran. Dengan demikian, dengan memilih strategi pembelajaran yang tepat dalam setiap jenis kegiatan pembelajaran, diharapkan pencapaian tujuan belajar dapat terpenuhi.
Gilstrap dan Martin (1975) juga menyatakan bahwa peran pengajar lebih erat kaitannya dengan keberhasilan pebelajar, terutama berkenaan dengan kemampuan pengajar dalam menetapkan strategi pembelajaran.
Belajar bahasa pada hakikatnya adalah belajar komunikasi. Oleh karena itu, pembelajaran bahasa diarahkan untuk meningkatkan kemampuan pebelajar dalam berkomunikasi, baik lisan maupun tulis (Depdikbud, 1995). Hal ini relevan dengan kurikulum 2004 bahwa kompetensi pebelajar bahasa diarahkan ke dalam empat subaspek, yaitu membaca, berbicara, menyimak, dan mendengarkan.
Sedangkan tujuan pembelajaran bahasa, menurut Basiran (1999) adalah keterampilan komunikasi dalam berbagai konteks komunikasi. Kemampuan yang dikembangkan adalah daya tangkap makna, peran, daya tafsir, menilai, dan mengekspresikan diri dengan berbahasa. Kesemuanya itu dikelompokkan menjadi kebahasaan, pemahaman, dan penggunaan.
Untuk mencapai tujuan pembelajaran, pembelajaran bahasa harus mengetahui prinsip-prinsip belajar bahasa yang kemudian diwujudkan dalam kegiatan pembelajarannya, serta menjadikan aspek-aspek tersebut sebagai petunjuk dalam kegiatan pembelajarannya. Dan agar pembelajaran lebih efektif serta efisien diperlukan meode dan teknik dalam pembelajaran bahasa.

0 komentar

Pemerolehan Bahasa Anak



 PEMEROLEHAN  BAHASA  ANAK

1.      Pembuka
1.1    Latar  Belakang

Pemerolehan bahasa merupakan sebuah hal yang sangat menakjubkan terlebih dalam proses pemerolehan bahasa pertama yang dimiliki langsung oleh anak tanpa ada pembelajaran khusus mengenai bahasa tersebut kepada seorang anak (bayi). Seorang bayi hanya akan merespon ujaran-ujaran yang sering didengarnya dari lingkungan sekitar terlebih adalah ujaran ibunya yang sering didengar oleh anak tersebut. Seorang manusia tidak hanya dapat memiliki satu bahasa saja melainkan seseorang bisa memperoleh dua sampai empat bahasa tergantung dengan lingkungan sosial dan tingkat kognitif yang dimiliki oleh orang tersebut.
Pada pemerolehan bahasa kita mengenal beberapa tahapan pemerolehan bahasa itu sendiri, pemerolehan bahasa pertama didapatkan seorang bayi secara langsung dari ibunya atau lingkungan yang dekat dengan bayi tersebut.  Sedangkan pada pemerolehan bahasa kedua dan seterusnya itu didapatkan seseorang melalui proses pembelajaran. Dengan teori pemerolehan bahasa kita ingin mengetahui serta mengetengahkan teori yang memudahkan anak-anak belajar.
Perkembangan merupakan suatu perubahan yang berlangsung seumur hidup dan dipengaruhi oleh berbagai faktor yang saling berinteraksi seperti : biologis, kognitif dan emosional. Perkembangan bahasa atau komunikasi pada  anak merupakan salah satu aspek dari tahapan perkembangan anak yang seharusnya tidak luput juga dari perhatian para pendidik pada umumnya dan orang tua pada khususnya.  Pemerolehan bahasa oleh anak-anak merupakan prestasi manusia yang paling hebat dan menakjubkan. Oleh sebab itulah masalah ini mendapat perhatian besar. Dalam proses perkembangan, semua anak manusia yang normal paling sedikit memperoleh satu bahasa alamiah

0 komentar

Perkembangan Bahasa Anak



BAB I
PEMBUKA
A.Latar Belakang
            Setiap insan memiliki potensi yang sama untuk menguasai bahasa. Proses dan sifat penguasaan bahasa setiap orang berlangsung dinamis dan melalui tahapan berjenjang. Manusia mengawali komunikasinya dengan dunia sekitarnya melalui bahasa tangis. Seorang bayi melatih bahasa tersebut dengan mengkomunikasikan segala kebutuhan dan keinginannya. Sejalan dengan perkembangan kemampuan serta kematangan jasmani terutama yang berkaitan dengan proses bicara, komunikasi tersebut makin meningkat dan meluas, Misalnya, dengan orang di sekitarnya, lingkungan dan berkembang dengan orang lain yang baru dikenal dan bersahabat dengannya.
            Perkembangan bahasa tersebut selalu meningkat sesuai dengan meningkatnya usia anak.. Perkembangan bahasa pada anak-anak sangat penting karena anak dapat mengembangkan kemampuan sosialnya (social skill) melalui berbahasa. Melalui bahasa, anak dapat mengekspresikan pikirannya menggunakan bahasa sehingga orang lain dapat menangkap apa yang dipikirkan oleh anak dan menciptakan suatu hubungan sosial. Pada saatnya anak akan dapat berkembang dan tumbuh menjadi pribadi yang bahagia karena dengan mulai berkomunikasi dengan lingkungan, bersedia mcmberi dan menerima segala sesuatu yang terjadi di lingkungannya. Proses perkembangan tersebut melalui berbagai tahapan-tahapan perkembangan bahasa anak, mulai kanak-kanak sampai dengan penguasaan usia sekolah. Dalam tahapan penguasaan bahasa inilah peran orang tua sebagai orang terdekat sangat dibutuhkan. Orang tua sebaiknya selalu memperhatikan perkembangan tersebut, sebab pada masa ini sangat menentukan proses seorang anak dalam bersosialisasi maupun belajar.

 
;